Berwisata Sambil Belajar Sejarah Candi Brahu Mojokerto

Mojokerto merupakan salah satu kabupaten yang berada di provinsi Jawa Timur. Kabupaten Mojokerto mempunyai daya tarik tersendiri dalam dunia pariwisata yang belum tentu kabupaten lainnya mempunyai tempat wisata yang seperti di Mojokerto. Beberapa kecamatan di Mojokerto mempunyai daya tarik sendiri-sendiri. Semisal di Kecamatan Pacet, Anda akan di suguhkan keindahan alam berupa gunung, air terjun dan Pemandian. Baik pemandian air panas maupun pemandian di sumber mata air. Selain Kecamatan Pacet, terdapat kecamatan yang mempunyai cerita sejarah. Kecamatan Trowulan merupakan kecamatan yang menyimpan sejarah kerajaan Majapahit. 

Candi Brahu
Candi Brahu

Kali ini saya akan membahas salah satu peninggalan sejarah kerajaan Majapahit yang berada di Trowulan. Di mana sejarah itu dapat kita jadikan pembelajaran sekaligus tempat berwisata murah. Peninggalan yang saya maksud adalah Candi Brahu.
 
Candi Brahu merupakan candi tertua dari candi-candi lain yang berada di sekitar Trowulan. Candi Brahu tepatnya terletak di Dukuh Jambu Mente, Desa Bejijong, Trowulan, Mojokerto. Untuk menuju ke Candi Brahu sangat mudah.Dari jalan raya Mojokerto-Jombang, nanti anda akan menemukan perempatan kecil dan ada petunjuk menuju ke Candi Brahu. Di perempatan kecil itu anda belok kanan hingga menemukan candi yang berada berdekatan dengan Candi Gentong dan Patung Budha Tidur Maha Vihara. Memasuki area candi Brahu, anda dikenakan retribusi sebesar Rp 2.000,- / orangnya serta Rp 3.000,- untuk parkir sepeda motor.



Pemandangan Candi Brahu
Pemandangan Candi Brahu
Singkat cerita,Candi Brahu merupakan candi peninggalan ajaran Budha dan didirikan pada abad 15 M. Nama Candi Brahu merupakan berasal dari kata 'Wanaru' atau 'Warahu' yang artinya sebuah bangunan suci. Nah, pada zaman dahulu Candi ini berfungsi untuk tempat pembakaran jenazah raja-raja Brawijaya. Namun terdapat peneliti yang menyatakan bahwa tidak ada bekas mayat di candi sebab bilik candi sekarang sudah kosong. 

Di area Candi Brahu terdapat beberapa peninggalan sejarah lainnya seperti alat upacara, arca-arca, dan prasasti yang bernama Prasati Alasantan terletak 45 meter sebelah barat Candi Brahu. Konon cerita dari prasati ini dibuat oleh Mpu Sindok dari Kahuripan pada tanggal 9 September 939 Masehi. Isi dari prasati itu salah satunya menerangkan bahwa Candi Brahu merupakan  bangunan suci.  

Sisi Lain Candi Brahu

Sekitar Candi Brahu Trowulan Mojokerto
Foto Sekitar Candi Brahu

Dibalik kisahnya yang merupakan candi peninggalan ajaran Budha tertua dan konon dikatakan oleh masyarakat sekitar sebagai tempat pembakaran jenazah. Candi ini mempunyai pemandangan yang lumayan bagus untuk foto. Indahnya taman rerumputan serta dihiasi oleh buah maja, menjadikan Candi Brahu menjadi salah satu spot foto yang bagus. Oh iya, di Candi Brahu ini ramai pengunjung kok. Jadi jangan pernah takut kalau berkunjung ke candi-candi. Di sekitar area candi terdapat pedagang pentol dengan bumbu kacang yang khas serta banyaknya tempat duduk di area candi membuat pengunjung yang capek setelah melakukan perjalanan dapat beristirahat diiringi oleh hembusan angin.

Demikian tentang Candi Brahu yang pernah saya kunjungi waktu lalu. Selamat berlibur dan semoga menyenangkan. Jangan lupa untuk membagikan info wisata ini ke sanak saudara, kerabat kerja dan orang disekeliling anda dengan membagikan di Google Plus, Facebook, Twitter di bawah ini. Terima kasih.  

    

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Berwisata Sambil Belajar Sejarah Candi Brahu Mojokerto"

Post a Comment